Tampilkan postingan dengan label Untuk Allah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Untuk Allah. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Mei 2012

Ya Allah Aku Jatuh Cinta

What is Love ?

Cinta ibarat kupu-kupu.
Makin kita mengejarnya,
makin ia menghindar.

Tapi bila kau biarkan ia terbang,
 ia akan menghampirimu di saat kau tak menduganya.

CINTA bisa menbahagiakanmu,
tapi sering juga menyakitimu.

 Namun CINTA itu istimewa apabila kau berikan pada seseorang yang layak menerimanya. 

Jadi tenang tenang saja, jangan terburu buru dan pilihlah yang terbaik.

dikutip dari buku : "Ya Allah, Aku Jatuh Cinta"

Ya Allah, Aku Jatuh Cinta

Doaku Saat Jatuh Cinta

Ya Allah yang membolak-balikkan hati kamu
Selama ini aku tidak pernah tahu
bagaimana rasanya mencinta
Namun, aku berharap
bila cinta hadir menyapaku
aku tidak ingin kehilangan Engkau

Ya Allah, selama ini aku juga berharap
Semoga bisa dicintai
Oleh orang yang bisa mengarahkanku
Menuju keridhaan-Mu

Pintaku ya Allah
Ijinkan aku memiliki rasa ini
Hingga  ia menjadi indah di dada kami
Tanpa mengurangi rasa cinta kami kepada-Mu


dikutip dari buku : "Ya Allah, Aku Jatuh Cinta"

Remaja dan Cinta

Salah satu ujian yang dihadapi oleh seorang remaja muslim adalah ketika rasa kasmaran yang sedang melanda dirinya. Bahkan ada diantara mereka yang
“terombang-ambing” dengan kasmaran tersebut, persis seperti sebuah syair,

“Apabila seorang hamba menjatuhkan diri ke dalam lautan cinta, lalu ia diombang-ambingkan oleh ombak lautan itu, maka kehancuran lebih dekat kepadanya daripada keselamatan”. (Raudhatul Muhibbin, hlm. 196)

Oleh karena itu, sebagai pemuda muslim, kita harus memiliki kiat-kiat untuk menghadapi panyakit cinta yang mungkin pada zaman sekarang dapat dipastikan hampir semua pemuda mengalaminya.

Generasi Bunga – Remaja dan Cinta oleh Jauhar al-Zanki dalam bukunya AGAR JATUH CINTA TAK JADI BENCANA.

Orang bilang, masa remaja adalah masa yang paling indah dalam hidup seseorang. Masa ini sering diidentikkan dengan kesenangan, keceriaan, canda, dan tawa bahagia. Pada masa ini pula, ketertarikan pada lawan jenis terkadang cukup sakti untuk membuat sang remaja menunjukkan semua kebolehannya, “Akulah yang paling pantas mendapatkan perhatian.”
Ibarat bunga, masa remaja merupakan masa yang manis dan harum baunya.

Oleh karena itu, jangan biarkan semut nafsu merusak dan menodai keasliannya, tapi biarlah lebah-lebah cinta datang menyapa. Dan hanya lebah pilihan saja yang dapat menghisap sang bunga untuk menghasilkan madu asmara kasihNya. Madu yang menjadi penawar hati: resah, gelisah, was-was, khawatir, takut, dan gundah gulana. Madu yang membuat semua permasalahan menjadi tenang, tentram, damai, dan harmoni.

Cinta, tatanan kata yang manis nan indah dirasa, dihayati dan diucapkan. Bagi jiwa suci yang dipandu oleh keheningan dan kebersihan hati, kata cinta akan senantiasa bermakna positif.

Remaja dan cinta adalah tatanan kata yang memuat potensi luar biasa. Jika tepat memaknainya, hidup akan penuh makna. Sebaliknya, jika salah menafsirkan cinta, bisa jadi hidup akan semakin sempit. Oleh karenanya, maknai ia seperti yang digariskan oleh Allah dan RasulNya. Semoga anugerah cintaNya membawa barokah dan kebahagiaan didunia akhirat.
Aamiin.

♥♥.•*´¨`*•. (`'•.¸ (`'•.¸*¤* ¸.•'´) ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥♥
♥♥`*•.¸¸.•* (¸.•'´ (¸.•'´*¤* `'•.¸) `'•.¸) `*•.¸¸.•*♥♥

Brikut ada lirik nasyid Ketika Cinta Hadir yang disenandungkan oleh Eranada grup nasyid asal KKulonprogo, Yogyakarta yang bisa menggambarkan ketika rasa cinta itu mulai hadir dan bagaimaimana sikap kita terhadap rasa itu
^_^

Rasa cinta bergelora
Membakar gelora di dada
Hati jadi gembira
Terpancar nyata di raut muka
Itu lah mengapa cinta
Selalu jadi bahan bicara
Berjuta tulisan kata
Tak kan mampu mengartikan cinta

Cinta karena dunia jadikan hati kurang bahagia
Ia kan selalu meminta
Padahal semua tergantung pada-Nya

Ketika cinta hadir di dalam hati
Aku sadari sesuatu telah terjadi
Ketika cinta merasuki di dada
Satu yang pasti aku harus dewasa

Rasa cinta bergelora membakar gelora di dada
Hati jadi gembira terpancar nyata di raut muka
Itu lah mengapa cinta
Selalu jadi bahan bicara
Berjuta tulisan kata tak kan mampu
Mengartikan cinta

Ketika cinta telah hadir dalam hati
Tambatkanlah ia semua pada ridho Illahi
Ketika cinta telah mampu dikuasai
Itu lah tanda bahwa cintamu hakiki
Semua orang yang merasa
Pasti menghormati
Insya Allah Ridho-Nya menyertai cintamu yang abadi
Ya Illahi.

Sabtu, 17 September 2011

Surat Dari Seorang Ibu

Surat Dari Seorang Ibu
     Surat ini benar-benar menyentuh hati saya. ketika membaca tulisan ini saya merasa trenyuh dan larut dalam suasana haru. Terbayang wajah ibu saya, yang telah melahirkan, mendidik, dan membesarkan dengan penuh kasih sayang. Ibu adalah yang terbaik bagiku. Tak pernah ada kata tidak untuk kami anak-anaknya ketika meminta sesuatu. Semoga Allah membalas kebaikan ibu dengan pahala yang besar. Semoga Allah senantiasa membimbing dan memberi petunjuk kepada saya untuk selalu memperlakukan ibu dengan baik serta mengasihinya sebagaimana ibu mengasihi kami, anak-anaknya.
Robbigh firlii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii soghiiroo

     Silahkan dibaca …………..

     Assalamu’alaikum,

Segala puji Ibu panjatkan kehadirat Allah ta’ala yang telah memudahkan Ibu untuk beribadah kepada-Nya. Shalawat serta salam Ibu sampaikan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga dan para sahabatnya. Amin…

Wahai anakku,

Surat ini datang dari Ibumu yang selalu dirundung sengsara… Setelah berpikir panjang Ibu mencoba untuk menulis dan menggoreskan pena, sekalipun keraguan dan rasa malu menyelimuti diri. Setiap kali menulis, setiap kali itu pula gores tulisan terhalang oleh tangis, dan setiap kali menitikkan air mata setiap itu pula hati terluka…

Wahai anakku!

Sepanjang masa yang telah engkau lewati, kulihat engkau telah menjadi laki-laki dewasa, laki-laki yang cerdas dan bijak! Karenanya engkau pantas membaca tulisan ini, sekalipun nantinya engkau remas kertas ini lalu engkau merobeknya, sebagaimana sebelumnya engkau telah remas hati dan telah engkau robek pula perasaanku.

Wahai anakku… 25 tahun telah berlalu, dan tahun-tahun itu merupakan tahun kebahagiaan dalam kehidupanku. Suatu ketika dokter datang menyampaikan kabar tentang kehamilanku dan semua ibu sangat mengetahui arti kalimat tersebut. Bercampur rasa gembira dan bahagia dalam diri ini sebagaimana ia adalah awal mula dari perubahan fisik dan emosi…

Semenjak kabar gembira tersebut aku membawamu 9 bulan. Tidur, berdiri, makan dan bernafas dalam kesulitan. Akan tetapi itu semua tidak mengurangi cinta dan kasih sayangku kepadamu, bahkan ia tumbuh bersama berjalannya waktu.

Aku mengandungmu, wahai anakku! Pada kondisi lemah di atas lemah, bersamaan dengan itu aku begitu grmbira tatkala merasakan melihat terjangan kakimu dan balikan badanmu di perutku. Aku merasa puas setiap aku menimbang diriku, karena semakin hari semakin bertambah berat perutku, berarti engkau sehat wal afiat dalam rahimku.

Penderitaan yang berkepanjangan menderaku, sampailah saat itu, ketika fajar pada malam itu, yang aku tidak dapat tidur dan memejamkan mataku barang sekejap pun. Aku merasakan sakit yang tidak tertahankan dan rasa takut yang tidak bisa dilukiskan.

Sakit itu terus berlanjut sehingga membuatku tidak dapat lagi menangis. Sebanyak itu pula aku melihat kematian menari-nari di pelupuk mataku, hingga tibalah waktunya engkau keluar ke dunia. Engkau pun lahir… Tangisku bercampur dengan tangismu, air mata kebahagiaan. Dengan semua itu, sirna semua keletihan dan kesedihan, hilang semua sakit dan penderitaan, bahkan kasihku padamu semakin bertambah dengan bertambah kuatnya sakit. Aku raih dirimu sebelum aku meraih minuman, aku peluk cium dirimu sebelum meneguk satu tetes air yang ada di kerongkonganku.

Wahai anakku… telah berlalu tahun dari usiamu, aku membawamu dengan hatiku dan memandikanmu dengan kedua tangan kasih sayangku. Saripati hidupku kuberikan kepadamu. Aku tidak tidur demi tidurmu, berletih demi kebahagiaanmu.

Harapanku pada setiap harinya; agar aku melihat senyumanmu. Kebahagiaanku setiap saat adalah celotehmu dalam meminta sesuatu, agar aku berbuat sesuatu untukmu… itulah kebahagiaanku!

Kemudian, berlalulah waktu. Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun. Selama itu pula aku setia menjadi pelayanmu yang tidak pernah lalai, menjadi dayangmu yang tidak pernah berhenti, dan menjadi pekerjamu yang tidak pernah mengenal lelah serta mendo’akan selalu kebaikan dan taufiq untukmu.

Aku selalu memperhatikan dirimu hari demi hari hingga engkau menjadi dewasa. Badanmu yang tegap, ototmu yang kekar, kumis dan jambang tipis yang telah menghiasi wajahmu, telah menambah ketampananmu. Tatkala itu aku mulai melirik ke kiri dan ke kanan demi mencari pasangan hidupmu.

Semakin dekat hari perkawinanmu, semakin dekat pula hari kepergianmu. saat itu pula hatiku mulai serasa teriris-iris, air mataku mengalir, entah apa rasanya hati ini. Bahagia telah bercampur dengan duka, tangis telah bercampur pula dengan tawa. Bahagia karena engkau mendapatkan pasangan dan sedih karena engkau pelipur hatiku akan berpisah denganku.

Waktu berlalu seakan-akan aku menyeretnya dengan berat. Kiranya setelah perkawinan itu aku tidak lagi mengenal dirimu, senyummu yang selama ini menjadi pelipur duka dan kesedihan, sekarang telah sirna bagaikan matahari yang ditutupi oleh kegelapan malam. Tawamu yang selama ini kujadikan buluh perindu, sekarang telah tenggelam seperti batu yang dijatuhkan ke dalam kolam yang hening, dengan dedaunan yang berguguran. Aku benar-benar tidak mengenalmu lagi karena engkau telah melupakanku dan melupakan hakku.

Terasa lama hari-hari yang kulewati hanya untuk ingin melihat rupamu. Detik demi detik kuhitung demi mendengarkan suaramu. Akan tetapi penantian kurasakan sangat panjang. Aku selalu berdiri di pintu hanya untuk melihat dan menanti kedatanganmu. Setiap kali berderit pintu aku manyangka bahwa engkaulah orang yang datang itu. Setiap kali telepon berdering aku merasa bahwa engkaulah yang menelepon. Setiap suara kendaraan yang lewat aku merasa bahwa engkaulah yang datang.

Akan tetapi, semua itu tidak ada. Penantianku sia-sia dan harapanku hancur berkeping, yang ada hanya keputusasaan. Yang tersisa hanyalah kesedihan dari semua keletihan yang selama ini kurasakan. Sambil menangisi diri dan nasib yang memang telah ditakdirkan oleh-Nya.

Anakku… ibumu ini tidaklah meminta banyak, dan tidaklah menagih kepadamu yang bukan-bukan. Yang Ibu pinta, jadikan ibumu sebagai sahabat dalam kehidupanmu. Jadikanlah ibumu yang malang ini sebagai pembantu di rumahmu, agar bisa juga aku menatap wajahmu, agar Ibu teringat pula dengan hari-hari bahagia masa kecilmu.

Dan Ibu memohon kepadamu, Nak! Janganlah engkau memasang jerat permusuhan denganku, jangan engkau buang wajahmu ketika Ibu hendak memandang wajahmu!!

Yang Ibu tagih kepadamu, jadikanlah rumah ibumu, salah satu tempat persinggahanmu, agar engkau dapat sekali-kali singgah ke sana sekalipun hanya satu detik. Jangan jadikan ia sebagai tempat sampah yang tidak pernah engkau kunjungi, atau sekiranya terpaksa engkau datangi sambil engkau tutup hidungmu dan engkaupun berlalu pergi.

Anakku, telah bungkuk pula punggungku. Bergemetar tanganku, karena badanku telah dimakan oleh usia dan digerogoti oleh penyakit… Berdiri seharusnya dipapah, dudukpun seharusnya dibopong, sekalipun begitu cintaku kepadamu masih seperti dulu… Masih seperti lautan yang tidak pernah kering. Masih seperti angin yang tidak pernah berhenti.

Sekiranya engkau dimuliakan satu hari saja oleh seseorang, niscaya engkau akan balas kebaikannya dengan kebaikan setimpal. Sedangkan kepada ibumu… Mana balas budimu, nak!? Mana balasan baikmu! Bukankah air susu seharusnya dibalas dengan air susu serupa?! Akan tetapi kenapa nak! Susu yang Ibu berikan engkau balas dengan tuba. Bukankah Allah ta’ala telah berfirman, “Bukankah balasan kebaikan kecuali dengan kebaikan pula?!” (QS. Ar Rahman: 60) Sampai begitu keraskah hatimu, dan sudah begitu jauhkah dirimu?! Setelah berlalunya hari dan berselangnya waktu?!

Wahai anakku, setiap kali aku mendengar bahwa engkau bahagia dengan hidupmu, setiap itu pula bertambah kebahagiaanku. Bagaimana tidak, engkau adalah buah dari kedua tanganku, engkaulah hasil dari keletihanku. Engkaulah laba dari semua usahaku! Kiranya dosa apa yang telah kuperbuat sehingga engkau jadikan diriku musuh bebuyutanmu?! Pernahkah aku berbuat khilaf dalam salah satu waktu selama bergaul denganmu, atau pernahkah aku berbuat lalai dalam melayanimu?

Terus, jika tidak demikian, sulitkah bagimu menjadikan statusku sebagai budak dan pembantu yang paling hina dari sekian banyak pembantu dan budakmu. Semua mereka telah mendapatkan upahnya!? Mana upah yang layak untukku wahai anakku!

Dapatkah engkau berikan sedikit perlindungan kepadaku di bawah naungan kebesaranmu? Dapatkah engkau menganugerahkan sedikit kasih sayangmu demi mengobati derita orang tua yang malang ini? Sedangkan Allah ta’ala mencintai orang yang berbuat baik.

Wahai anakku!! Aku hanya ingin melihat wajahmu, dan aku tidak menginginkan yang lain.

Wahai anakku! Hatiku teriris, air mataku mengalir, sedangkan engkau sehat wal afiat. Orang-orang sering mengatakan bahwa engkau seorang laki-laki supel, dermawan, dan berbudi. Anakku… Tidak tersentuhkah hatimu terhadap seorang wanita tua yang lemah, tidak terenyuhkah jiwamu melihat orang tua yang telah renta ini, ia binasa dimakan oleh rindu, berselimutkan kesedihan dan berpakaian kedukaan!? Bukan karena apa-apa?! Akan tetapi hanya karena engkau telah berhasil mengalirkan air matanya… Hanya karena engkau telah membalasnya dengan luka di hatinya… hanya karena engkau telah pandai menikam dirinya dengan belati durhakamu tepat menghujam jantungnya… hanya karena engkau telah berhasil pula memutuskan tali silaturrahim?!

Wahai anakku, ibumu inilah sebenarnya pintu surga bagimu. Maka titilah jembatan itu menujunya, lewatilah jalannya dengan senyuman yang manis, pemaafan dan balas budi yang baik. Semoga aku bertemu denganmu di sana dengan kasih sayang Allah ta’ala, sebagaimana dalam hadits: “Orang tua adalah pintu surga yang di tengah. Sekiranya engkau mau, maka sia-siakanlah pintu itu atau jagalah!!” (HR. Ahmad)

Anakku. Aku sangat mengenalmu, tahu sifat dan akhlakmu. Semenjak engkau telah beranjak dewasa saat itu pula tamak dan labamu kepada pahala dan surga begitu tinggi. Engkau selalu bercerita tentang keutamaan shalat berjamaah dan shaf pertama. Engkau selalu berniat untuk berinfak dan bersedekah.

Akan tetapi, anakku! Mungkin ada satu hadits yang terlupakan olehmu! Satu keutamaan besar yang terlalaikan olehmu yaitu bahwa Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, amal apa yang paling mulia? Beliau berkata: “Shalat pada waktunya”, aku berkata: “Kemudian apa, wahai Rasulullah?” Beliau berkata: “Berbakti kepada kedua orang tua”, dan aku berkata: “Kemudian, wahai Rasulullah!” Beliau menjawab, “Jihad di jalan Allah”, lalu beliau diam. Sekiranya aku bertanya lagi, niscaya beliau akan menjawabnya. (Muttafaqun ‘alaih)

Wahai anakku!! Ini aku, pahalamu, tanpa engkau bersusah payah untuk memerdekakan budak atau berletih dalam berinfak. Pernahkah engkau mendengar cerita seorang ayah yang telah meninggalkan keluarga dan anak-anaknya dan berangkat jauh dari negerinya untuk mencari tambang emas?! Setelah tiga puluh tahun dalam perantauan, kiranya yang ia bawa pulang hanya tangan hampa dan kegagalan. Dia telah gagal dalam usahanya. Setibanya di rumah, orang tersebut tidak lagi melihat gubuk reotnya, tetapi yang dilihatnya adalah sebuah perusahaan tambang emas yang besar. Berletih mencari emas di negeri orang kiranya, di sebelah gubuk reotnya orang mendirikan tambang emas.

Begitulah perumpamaanmu dengan kebaikan. Engkau berletih mencari pahala, engkau telah beramal banyak, tapi engkau telah lupa bahwa di dekatmu ada pahala yang maha besar. Di sampingmu ada orang yang dapat menghalangi atau mempercepat amalmu. Bukankah ridhoku adalah keridhoan Allah ta’ala, dan murkaku adalah kemurkaan-Nya?

Anakku, yang aku cemaskan terhadapmu, yang aku takutkan bahwa jangan-jangan engkaulah yang dimaksudkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya: “Merugilah seseorang, merugilah seseorang, merugilah seseorang”, dikatakan, “Siapa dia,wahai Rasulullah?, “Orang yang mendapatkan kedua ayah ibunya ketika tua, dan tidak memasukkannya ke surga”. (HR. Muslim)

Anakku… Aku tidak akan angkat keluhan ini ke langit dan aku tidak adukan duka ini kepada Allah, karena sekiranya keluhan ini telah membumbung menembus awan, melewati pintu-pintu langit, maka akan menimpamu kebinasaan dan kesengsaraan yang tidak ada obatnya dan tidak ada tabib yang dapat menyembuhkannya. Aku tidak akan melakukannya, Nak! Bagaimana aku akan melakukannya sedangkan engkau adalah jantung hatiku… Bagaimana ibumu ini kuat menengadahkan tangannya ke langit sedangkan engkau adalah pelipur laraku. Bagaimana Ibu tega melihatmu merana terkena do’a mustajab, padahal engkau bagiku adalah kebahagiaan hidupku.

Bangunlah Nak! Uban sudah mulai merambat di kepalamu. Akan berlalu masa hingga engkau akan menjadi tua pula, dan al jaza’ min jinsil amal… “Engkau akan memetik sesuai dengan apa yang engkau tanam…” Aku tidak ingin engkau nantinya menulis surat yang sama kepada anak-anakmu, engkau tulis dengan air matamu sebagaimana aku menulisnya dengan air mata itu pula kepadamu.

Wahai anakku, bertaqwalah kepada Allah pada ibumu, peganglah kakinya!! Sesungguhnya surga di kakinya. Basuhlah air matanya, balurlah kesedihannya, kencangkan tulang ringkihnya, dan kokohkan badannya yang telah lapuk.Anakku… Setelah engkau membaca surat ini,terserah padamu! Apakah engkau sadar dan akan kembali atau engkau ingin merobeknya.

Wassalam,

Ibumu

[Diketik ulang dari buku ‘Kutitip Surat Ini Untukmu’ karya Ustadz Armen Halim Naro, Lc rahimahullah]

Dikutip dari : hatibening.com

Renungan Lucu

Bacalah Dengan Menyebut Nama Tuhanmu Yang Menciptakan

LUCU,…[Sebuah Renungan]


Lucu,..Seseorang begitu sulit dan berat serta menganggap besar mengeluarkan uang 10 ribu infak untuk masjid atau kepada fakir miskin atau di jalan Allah, namun begitu mudah dan ringan serta menganggap kecil untuk membelanjakannya di super market dan mal-mal..

Lucu,..Seseorang merasa sangat lama menghabiskan waktunya 1 jam dalam ibadah, namun merasa amat sebentar kalau untuk bermain-main..

Lucu,..Seseorang merasa sangat berat membaca 1 juz dari Al-Qur'an, namun merasa ringan kalau membaca 300 halaman novel terkenal..

Lucu,..Seseorang lebih percaya kepada berita koran, namun ia meragukan berita-berita Al-Qur'an..

Lucu,..Seseorang kehabisan kata-kata ketika berdoa, namun sangat lancar ketika ngobrol..

Lucu,..Seseorang yang membutuhkan waktu 2-3 minggu untuk menyusun kegiatan Islami, namun cukup sekejap untuk kegiatan lain..

Fa'tabiruu Yaa Ulil Abshaar.. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai wawasan..

Dikutip dari :hatibening.com

MENGGAPAI INDAHNYA MALAM LAILATUL QADAR

    Assalamulaikum sahabat muslim dan muslimah yang dirahmati Allah SWT,
     Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.
     Hari ini adalah hari ke dua puluh bulan Ramadhan 1430 H. Di mana besok adalah dimulainya sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.
     Saudaraku, kali ini saya ingin berbagi sedikit ilmu yang saya dapat dari internet tentang malam Lailatul Qadar. Semoga bermanfaat dan bisa kita raih demi mengharap rodho dan cinta-Nya. Amin.
     Sayangnya, kita banyak terkecoh dengan hiruk pikuk persiapan lebaran. Shaf shaf di masjid pun mengalami kemajuan yang sangat pesat, karena mereka berbondong-bondong pergi ke mall, pasar, pusat perbelanjaan guna membeli berbagai perlengkapan menjelang ibadah. Baju baru, sandal, sepatu, kue-kue, tirai baru, dan sebagainya. Buat apa sih baju baru ? Kalau masih ada baju yang lama. Kalau ternyata baju baru itu tidak mengantarkan kita pada baju indah yang dijanjikan kekasih tercinta Allah SWT. di surga ?? Justru malah membuat kita merugi serugi-ruginya ? Karena ibadah sekenanya. Ah, tarawih kan sunnah, yang penting penampilan matching, gaya dunkz pas idul fitri …
     Sehingga ibadah di sepuluh hari terakhir ini justru tidak sempurna dan bahkan berantakan. Sungguh merugi saudaraku, sungguh umur kita yang hanya sebentar ini rugi. Oleh karena itu saudaraku yang dirahmati Allah, semoga dengan membaca artikel ini, bisa mengantarkan kita pada surga-Nya. Amin.

Keutamaan Lailatul Qadar 

     Lailatul qadar adalah salah satu dari malam-malam bulan Ramadhan yang disebutkan dalam dua surat al-Qur'an. Dalam surat Ad Dukhan Allah menyifatkannya dengan malam yang mendatangkan keberkahan (lailah mubarakah) yang di dalamnya diselesaikan segala urusan. Allah SWT berfirman:

     "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al Qur'an) di malam yang penuh keberkahan. Sesungguh- nya Kami adalah orang-orang yang memberi peringatan. Di dalamnya diselesaikan segala urusan yang penuh hikmah." (QS. Ad Dukhan 3-6).

     Dalam surat Al Qadar Allah menyifatinya dengan sifat yang mulia, yaitu
malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malaikat turun di dalamnya. Dan malam itu merupakan salam (kesejahteraan) bagi manusia. Allah SWT. berfirman:

    "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada Malam Kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah Malam Kemuliaan. Malam Kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turunlah malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadar 1-5).

     Dengan demikian malam al Qadar dapat dinamakan sebagai lailatus Salam (malam keselamatan). Para malaikat turun mengucapkan salam kepada penduduk bumi. Juga dapat dinamakan lailatus Syaraf (malam kemuliaan) bagi umat Islam. Dapat juga dinamakan dengan lailatut Tajalli<-">, malam dimana Allah melimpahkan cahaya dan hidayah-Nya kepada para 'abid, shaim, dan orang-orang yang beribadat malam.

     Walhasil, kemuliaan malam itu tidak saja karena diturunkannya Al qur'an, atau karena orang yang taat pada malam itu menjadi orang-orang yang mulia, tapi juga karena ibadah yang dikerjakan pada malam itu mendapat penghargaan yang luar biasa.

     Ada riwayat yang mengata- kan, bahwa bilangan Malaikat yang berada di bumi pada malam itu lebih banyak dari pasir dan Allah menerima taubat semua orang yang bertaubat pada malam itu. Pada malam itu dibuka segala pintu langit, sejak dari terbenam matahari sampai terbitnya. Jibril turun bersama dengan serombongan Malaikat. Lalu mereka menancapkan panji-panjinya di empat tempat: Pertama di sisi Ka'bah; Kedua, di sisi kubur Rasulullah saw.; Ketiga, di sisi Masjid Baitul Maqdis; Keempat, di sisi Masjid Tursina. Kemudian mereka bertebaran ke seluruh pelosok bumi, memasuki rumah-rumah orang-orang mukmin sambil bertasbih, bertaqdis, dan memohon ampunan bagi umat Muhammad. (Hasbi As Shiddiqqie, Pedoman Puasa, halaman 243)

Waktu Terjadinya Lailatul Qadar

     Ibnu Hazm berkata: "Lailatul qadar sekali saja dalam setahun, tertentu di bulan Ramadlan di puluhan yang akhir dan tertentu di suatu malam yang ganjil. Jika bulan itu 29 hari, maka permulaan puluhan yang akhir, ialah malam 20. Dan malam qadar itu adalah malam 20, adakalanya di malam 22, adakalanya di malam 24, 26, atau di malam 28. Jika bulan itu penuh 30 hari, permulaan puluhan yang akhir ialah malam 21. Maka malam al qadar adakalanya di malam 21, 23, 25, 27, atau di malam 29."

     Diriwayatkan oleh Bukhari dari 'Aisyah bahwa Rasululah saw. bersabda:

     "Carilah dengan segala daya upaya malam al qadar di malam-malam ganjil yang akhir dari bulan Ramadlan."

     Dalam suatu hadits riwayat Muslim dari Ibnu Umar, bahwa Nabi saw. bersabda :

     "Carilah lailatul qadar pada puluhan yang akhir, jika seseorang lemah mencari, maka janganlah kamu kalah dalam mencari pada tujuh yang terakhir."

     Juga, hadits yang diriwayatkan Muslim dari Zar bin Hubaisy, beliau berkata:

     "Saya berkata kepada Ubay bin Ka'ab: 'Saudara anda Abdullah ibn Mas'ud mengatakan bahwa barang siapa mengerjakan qiyamul lail sepanjang tahun, niscaya dia memperoleh lailatul qadar." Maka Ubay menjawab: 'Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa Abu Abdur Rahman.' Demi Allah dia mengetahui bahwa lailatul qadar di puluhan akhir dari bulan Ramadlan di malam 27. Tetapi dia mengatakan yang demikian, supaya manusia tidak memudah-mudahkan saja. Kemudian Ubay bersumpah bahwa lailatul qadar di malam 27. Berkata Ibn Hubaisy: 'Apa alasan anda mengatakan demikian.' Ubay menjawab: Tanda-tandanya yang Rasulullah kabarkan yaitu; matahari terbit di pagi hari tanpa sinar."

     Dari uraian-uraian di atas menunjukkan bahwa lailatul qadar tersembunyi pada sepuluh malam terakhir (asyril awakhir). Tentu ini ada hikmahnya.

     Menurut para ulama salaf tersembunyinya waktu lailatul qadar adalah agar kita menghidupkan semua malam. Ini seperti hikmah Allah menyembunyikan saat ijabah di hari Jum'at supaya kita berdoa sepanjang hari. Atau seperti Allah menyembunyikan shalat wustha' dalam shalat lima waktu, supaya kita memelihara kesemuanya. Atau Allah menyembunyikan isim A'dham di antara nama-namaNya supaya kita menyerunya dengan nama-nama itu. Allah menyembunyikan mana taat yang mendapat penuh keridlaan-Nya supaya kita mengerjakan semua taat dengan sepenuh hati. Atau Allah menyembunyikan mana maksiyat yang sangat dimarahi supaya kita menghentikan semua maksiyat itu. Atau Allah menyembunyikan semua yang men- jadi wali diantara para mukmin, supaya kita berbaik sangka terhadap sesama mukmin. Atau Allah menyembunyikan kedatangan kiamat supaya kita selalu siap siaga. Allah menyem- bunyikan ajal manusia supaya kita selalu dalam persiapan. (Hasbi As Shiddiqqie, idem, halaman 255-256)

Tanda-tanda Lailatul Qadar

     Para ulama berselisih pendapat tentang tanda-tanda datangnya lailatul qadar. Beberapa tanda yang dapat dilihat oleh mereka yang mendapatkannya, antara lain:
  • Orang yang mendapati malam al qadar itu melihat bahwa segala sesuatu yang ada di bumi dan di langit bersujud kehadirat Allah.
  • Orang yang mendapati malam itu melihat bahwa alam terang benderang, walaupun di tempat-tempat yang gelap sekalipun.
  • Orang yang mendapat malam itu mendengar salam para malaikat dan tutur katanya.
  • Orang yang mendapati malam itu diperkenankan segala do'anya. (Hasbi As Shiddiqqie, idem, halaman 263).
     Adapun pahala ibadat tetap diperoleh meskipun tanda-tanda tersebut tidak dapat dilihatnya. Sedangkan bagi mereka yang melihat tanda-tanda malam al qadar, hendaklah menyembunyikan dan terus berdo'a dengan sungguh-sungguh, ikhlas dan khusyu', dengan doa apa saja yang digemarinya, keduniaannya atau keakhiratannya, dan hendaknya ia berdo'a untuk akhiratnya lebih banyak dan lebih kuat dari pada untuk dunianya.

     Bertanya Juwaibir kepada Adh Dhahhak :

     "Bagaimana pendapat anda tentang perempuan yang sedang nifas, haid, orang yang sedang dalam perjalanan, dan orang yang sedang tidur nyenyak, apakah mereka mendapat bagiannya di malam al qadar itu?

     Adh Dhahhak menjawab:
     "Mereka semua mendapatkannya, diberikan bagiannya dari malam al-qadar itu oleh Allah yang Maha Rahman dan Maha Rahim."

Keutamaan Ibadah di Malam Al Qadar

     Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, bahwa Nabi saw. bersabda:

     "Siapa saja yang mengerjakan ibadat di malam al qadar karena imannya kepada Allah dan karena mengharapkan keridlaanNya, niscaya diampunilah dosanya yang telah lalu."

     Anas bin Malik berkata: Pada saat bulan Ramadlan masuk, maka Rasulullah saw. bersabda:

     "Sesungguhnya bulan ini hadir di hadapanmu. Di dalamnya ada malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Barang siapa tiada diberikan kebaikan malam itu kepadanya, maka ia sungguh diharamkan atas seluruh kebaikan. Dan tidak diharamkan kebaikan, melainkan kepada orang yang tidak diberikan apa-apa." (H.R. Ibnu Majah).

     Diriwayatkan oleh Ahmad dari Ubadah ibn Shamid.

     "Rasulullah mengabarkan kepada kami tentang lailatul qadar. Beliau berkata: "Dia di dalam bulan Rama- dlan, di puluhan yang akhir malam 21, atau malam 23, 25, 27 atau malam 29, atau di akhir malam bulan Ramadlan. Barang siapa mengerjakan qiyam pada malam itu karena imannya kepada Allah dan karena mengharap keridlaan-Nya, niscaya di- ampunilah dosanya yang telah lalu dan dosa yang akan datang."

Menghidupkan Malam Al Qadar

     Menghidupkan malam al qadar ialah dengan mengerjakan taat, bertahajjud, beristighfar, berdzikir, membaca Al qur'an serta beri'tikaf, menambahkan amalan ihsan dan memperbanyak shadaqah.

     Amalan-amalan Rasul dan pesan- pesannya merupakan dorongan bagi para muslimin untuk beribadat dan berlomba-lomba menyedekahkan harta di bulan Ramadlan, terlebih di malam al qadar.

     Para hartawan dahulu mempergu- nakan bulan Ramadlan untuk berlomba-lomba memenuhi keperluan orang-orang yang memerlukan bantuan, sebagai suatu usaha memenuhi seruan agama dan meneladani Rasul. Mereka menyembunyikan shadaqah- shadaqah mereka hingga tidak diketahui tangan kiri, apa yang diberikan tangan kanan.

     Sebagian hartawan dahulu menanti-nanti lailatul qadar, malam Allah melipat-gandakan pahala-Nya. Mereka menyembunyikan dirinya, mencari keluarga-keluarga yang miskin di malam buta. Mereka memberikan segala yang dibawanya kepada keluarga miskin, tanpa dikenal oleh yang menerima pemberian itu. Dia kembali tanpa diketahui siapa dirinya.

     Inilah suatu adab yang tinggi yang amat baik bagi kita dalam meneladani sikap para ulama kaum muslimin terdahulu.

Berdo'a di Malam Al Qadar

    Aisyah diperintahkan berdo'a di malam al qadar. Sufyan Ats Tsauri berkata:

     "Berdo'a pada malam al qadar, lebih saya sukai daripada shalat.
Apabila seorang membaca Al qur'an, berdo'a serta meningkatkan do'anya kepada Allah, mudah-mudahan dia memper- oleh waktu mustajab."

    Rasululah saw. bertahajjud di malam-malam bulan Ramadlan, mem- baca Al qur'an dengan tertib. Beliau tidak melalui ayat Rahmat, kecuali beliau memohonnya kepada Allah. Beliau tidak melalui ayat azab, kecuali beliau melindungkan diri kepada-Nya. Beliau mengumpulkan antara shalat, qira'at, do'a dan tafakkur.

     Diriwayatkan oleh At Tirmidzi dari 'Aisyah, bahwa Rasul mengajarkan kepada 'Aisyah do'a yang diucapkan pada malam al qadar, yaitu:

     "Wahai Tuhanku, Sesungguhnya Engkau adalah Tuhan Yang Maha Pemaaf, Engkau menyukai kemaafan. Maka maafkanlah aku."

     Dalam Hasyiyah Al Jalalain, As Shawi berkata, “Do'a yang paling baik dido'akan pada malam itu (al qadar) ialah memohonkan kemaafan dan ke'afiatan, sebagaimana yang telah diterima dari Nabi saw."

     Dalam suatu Hadits dari Ibnu Abbas, Rasulullah saw. bersabda:

     "Sesungguhnya Allah melihat pada malam al qadar kepada orang-orang mukmin dari umat Muhammad, lalu dimaafi mereka dan dirahmati-Nya, kecuali empat orang, yaitu : Peminum arak, pendurhaka kepada ibu-bapak, orang yang selalu bertengkar dan orang yang memutus tali silaturahmi."

     Inilah amalan-amalan istimewa dalam puluhan yang akhir dari bulan Ramadlan, disamping amalan-amalan yang lain. Oleh karena itu, mari kita isi detik-detik terakhir bulan Ramadlan ini dengan melaksanakan ketaatan dan amal shaleh, seperti do'a, dzikir, istighfar, shalat malam, membaca Al Qur'an, memberi- kan shadaqah kepada para faqir miskin dan aktivitas ibadah lainnya guna meraih 'mega bonus pahala' lailatul qadar. Insya Allah

Dikutip dari :arrahmah.com

99 Langkah Menuju Kesempurnaan Iman U

Assalamualaikum sahabat islam semuanya,

Dalam kesempatan kali ini saya ingin berbagi ilmu dengan menyuguhkan 99 langkah menuju kesempurnaan iman. Betapa indahnya hidup ini, bila kita mampu merasakan manisnya iman yang ditumbuhkan-Nya dalam hati. Nah untuk itu, kita perlu menyempurnakan iman dalam hati dan jiwa kita.


Saya akui, menyempurnakan iman itu tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan. Namun, sebagai seorang hamba, kita tentu ingin manjadi hamba kesayangan yang selalu dekat dengan-Nya. Seperti saat seorang kekasih ingin dekat dengan kekasihnya, maka ia akan berusaha agar selalu terlihat menarik untuk bias dekat dan semakin dicintai.

Seperti itulah, gambaran yang ingin saya lukiskan untuk menapaki tangga menuju cinta-Nya. Semoga ini bermanfaat bagi kita semua, amin…

99 langkah tersebut yaitu :

01. Bersyukur apabila mendapat nikmat;
02. Sabar apabila mendapat kesulitan;
03. Tawakal apabila mempunyai rencana/program;
04. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;
05. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;
06. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;
07. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;
08. Jangan usil dengan kekayaan orang;
09. Jangan hasad dan iri atas kesuksessan orang;
10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksessan;
11. Jangan tamak kepada harta;
12. Jangan terlalu ambitious akan sesuatu kedudukan;
13. Jangan hancur karena kezaliman;
14. Jangan goyah karena fitnah;
15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri.
16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram;
17. Jangan sakiti ayah dan ibu;
18. Jangan usir orang yang meminta-minta;
19. Jangan sakiti anak yatim;
20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar;
21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil;
22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);
23. Lakukan shalat dengan ikhlas dan khusyu;
24. Lakukan shalat fardhu di awal waktu, berjamaah di masjid;
25. Biasakan shalat malam;
26. Perbanyak dzikir dan do'a kepada Allah;
27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;
28. Sayangi dan santuni fakir miskin;
29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;
30. Jangan marah berlebih-lebihan;
31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan;
32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah;
33. Berlatihlah konsentrasi pikiran;
34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi;
35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syaitan;
36. Jangan percaya ramalan manusia;
37. Jangan terlampau takut miskin;
38. Hormatilah setiap orang;
39. Jangan terlampau takut kepada manusia;
40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala;
41. Berlakulah adil dalam segala urusan;
42. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;
44. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran;
45. Perbanyak silaturrahim;
46. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;
47. Bicaralah secukupnya;
48. Beristeri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya;
49. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;
50. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;
51. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin;
52. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga;
53. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan;
54. Hormatilah kepada guru dan ulama;
55. Sering-sering bershalawat kepada nabi;
56. Cintai keluarga Nabi saw;
57. Jangan terlalu banyak hutang;
58. Jangan terlampau mudah berjanji;
59. Selalu ingat akan saat kematian dan sedar bahawa
kehidupan dunia adalah kehidupan sementara;
60. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat seperti ngobrol yang tidak berguna;
61. Bergaul lah dengan orang-orang soleh;
62. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar;
63. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu;
64. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita;
65. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi;
66. Jangan membenci seseorang karena pahaman dan pendiriannya;
67. Jangan benci kepada orang yang membenci kita;
68. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuatu pilihan
69. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kesulitan.
70. Jangan melukai hati orang lain;
71. Jangan membiasakan berkata dusta;
72. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian;
73. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab;
74. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan;
75. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita
76. Jangan membuka aib orang lain;
77. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita, lihat pula orang yang lebih berprestasi dari kita;
78. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana;
79. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan;
80. Jangan sedih karena miskin dan jangan sombong karena kaya;
81. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama,bangsa dan negara;
82. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain;
83. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara;
84. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa;
85. Hargai prestasi dan pemberian orang;
86. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan;
87. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan.
88. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-norma agama dan kondisi diri kita;
89. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisikal atau mental kita menjadi terganggu;
90. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana;
91. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita;
92. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu dan jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina;
93. Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang menyangkut teman kita sebelum dipastikan kebenarannya;
94. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban;
95. Sambutlah huluran tangan setiap orang dengan penuh keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan;
96. Jangan memforsir diri untuk melakukan sesuatu yang diluar kemampuan diri;
97. Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan dan tentangan. Jangan lari dari kenyataan kehidupan;
98. Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan merusakan;
99. Jangan sukses di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan memiskinkan orang

Semoga langkah-langkah di atas dapat menjadi cerminan dan langkah untuk memperbaiki diri kea rah yang lebih baik. Ingat, seorang muslim yang baik, bukanlah seorang muslim yan sibuk untuk mencari kesalahan saudaranya. Tapi seorang muslim yang baik akan selalu berusaha untuk memperbaiki dirinya.

Amin…

Engkau Hadir dalam Tangisan Malamku . . .


Ya Rabb kekasih hatiku,

Di keheningan malam yang dingin ini,

Di kala saudara-saudaraku lupa akan-Mu,

Aku bercengkrama dengan dinginnya air wudlu,

Kubasuh wajah dan tubuhku, dengan air langit-Mu yang suci,

Kupakai mukena cinta-Mu,

Sujudku dalam kegelapan dunia, dalam silaunya cahaya kehidupan,

Aku menangis ya Rabb, teringat betapa besar dosa yang telah kuperbuat,

Betapa besar pengampunan dan cinta yang kuberikan,

Seketika itu pulalah aku seperti merasa mendengar Engkau berkata,

Duhai hamba-Ku yang tercinta, Aku dekat denganmu,

Ketahuilah, dosamu akan kuampuni, permohonanmu akan kukabulkan,

Mintalah…

Mintalah..

Mintalah…

Aku akan membersihkan hatimu dari kotornya dunia,

Akan kubasuh wajahmu dengan cahaya iman sebagai bekalmu di akhirat kelak,

Percayalah hamba-Ku,

Aku mencintaimu…

Aku mencintaimu…

Aku mencintaimu…

Dan akan kuberikan kau iman, yang manisnya dapat kaurasakan dalam hati…

Lalu aku pun menangis, dan berkata..

Aku mencintai-Mu ya Rabb..

Dan betapa indah Tahajud malam ini,

Tak akan kulewatkan setiap malam yang Kau anugerahkan padaku,

Untuk mensyukuri nikmat dan ampunan-Mu…


Untuk Rabb-ku tercinta, sebuah puisi yang tak mampu melukiskan cinta dan kasih saying-Mu..

Oleh :

Vriska Ayu Miftachul Hidayani

Mengawali Hari dengan Sejuknya Salat Subuh

Assalamualaikum sahabat muslim dan muslimah yang dirahmati Allah,

Kali ini, saya ingin membahas yang sepele namun sering sekali kita lupakan, yaitu shalat shubuh. Hampir setiap shubuh sejak beberapa bulan terkhir ini, saya bersama Bapak-semoga Allah merahmati beliau salat berjamaah di masjid. Hampir Bapak setiap subuh selalu adzan, menyanyikan pujian-pujian, dan mengimami shalat berjamaah. Sering sekali, kami hanya salat berdua di masjid, karena sedikitnya jamaah salat subuh. Kenapa demikian ??

Di antara sholat wajib lima waktu, sholat Subuh memiliki rakaat yang paling sedikit yaitu dua rakaat. Namun, sholat yang waktunya dikerjakan pada permulaan hari tersebut memiliki keutamaan yang sangat besar. Di kala hari masih gelap dan udaranya yang dingin, sholat Subuh terasa berat bagi sebagian orang. Terkadang pula rasa kantuk masih menghinggap sehingga tak ayal seseorang akan tertidur lagi dan melewati waktu subuh.
Kata Bapak, shalat shubuh begitu besar dan berat pahalanya, hingga orang tak mampu memikulnya, dan akhirnya memilih tenggelam dalam hangatnya selimut. Padahal, bila kita tahu keutamaan dan besarnya pahala yang dijanjikan oleh Allah, hembh… kita pasti akan berbondong-bondong pergi ke masjid, meskipun untuk itu kita sampai merangkak-rangkak.
Selain itu, di dalam azan Subuh yang dikumandangkan juga terdapat seruan untuk mengerjakan sholat Subuh. Seruan itu adalah “ash shalatu khairun minan naum” yang artinya sholat itu lebih baik daripada tidur. Seruan ini adalah sekaligus peringatan, bahwa apabila seseorang meninggakan sholat Subuh maka ia akan merugi karena telah mengikuti setan. Biaranya, seseorang meninggalkan sholat Subuh karena ia lebih memilih untuk tidur. Tidur di waktu Subuh inilah yang merupakan ajakan syetan.

Sesungguhnya Rasulullah saw telah menyebutkan hukuman berat bagi orang yang tidur dan meninggalkan sholat wajib. Rasulullah saw berkata, “Syetan melilit leher seorang di antara kalian dengan tiga lilitan ketika ia tidur. Dengan setiap lilitan syetan membisikkan, ‘Nikmatilah malam yang panjang ini.’ Apabila ia bangun lalu mengingat Allah, maka terlepaslah lilitan itu. Apabila ia berwudhu, lepaslah lilitan yang kedua. Kemudian apabila ia sholat, lepaslah lilitan yang ketiga, sehingga ia menjadi bersemangat. Tetapi kalau tidak, ia akan terbawa lamban dan malas".

Betapa sholat Subuh sangat berpengaruh pada kehidupan manusia terutama di permulaan hari yang akan dijalaninya. Dengan bangun di pagi buta (subuh) kita akan mendapatkan udara sejuk dan sehat di pagi hari. Bila kita tidak pernah terlewat untuk mengerjakan sholat Subuh, Insya Allah kita akan bersemangat menjalani sehari penuh serta hari-hari esoknya.
Namun tahukah sahabat, betapa banyaknya keutamaan slat shubuh, di antaranya :
1. Mendapatkan pahala yang luar biasa besarnya, melebihi keindahan dunia dan isinya, sebagaimana telah disebutkan dalam satu riwayat Imam At Turmuzi: '”Dari Aisyah ra telah bersabda Rasulullah saw, Dua rakat shalat Fajar pahalanya lebih indah dari pada dunia dan isinya.”
2. Selalu berada dalam lindungan Allah swt. Rasulullah bersabda: ''Barangsiapa yang menunaikan sholat Subuh maka ia berada dalam jaminan Allah. Maka jangan coba-coba membuat Allah membuktikan janji-Nya. Barangsiapa yang membunuh orang yang menunaikan shalat Subuh, Allah akan menuntutnya, sehingga Ia akan membenamkan mukanya ke dalam neraka. (HR Muslim, At-Tirmizi dan Ibnu Majah)
3. Allah akan memberikan surga yang dijanjikan. Diriwayatkan dari Abu Musa al Asy'ari ra ia berkata Rasulullah saw bersabda: ''Barangsiapa yang sholat dua waktu yang dingin maka akan masuk surga.'' (HR Al Bukhari). Dua waktu yang dingin itu adalah sholat Subuh dan sholat Ashar.
4. Akan dapat melihat Allah, sebagaimana Hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Jarir bin Abdullah ra: ''Kami sedang duduk bersama Rasulullah saw, ketika melihat bulan purnama. Beliau berkata, ''Sungguh, kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan yang tidak terhalang dalam melihatnya. Apabila kalian mampu, janganlah kalian menyerah dalam melakukan sholat sebelum terbit matahari dan sholat sebelum terbenam matahari. Maka lakukanlah.'' (HR. Bukhari dan Muslim).
5. Rasulullah saw mendoakan umatnya yang bergegas dalam melaksanakan sholat Subuh, sebagaimana disebutkan dalam suatu hadits, ''Ya Allah berkahilah umatku selama mereka senang bangun Subuh.'' (HR Tirmizi, Abu Daud, Ahmad dan Ibnu Majah).
6. Selain waktunya yang sempit sehingga dianjurkan untuk mengerjakannya tepat waktu, sholat Subuh juga lebih diutamakan dilakukan secara berjamaah. Banyak hadits yang mengatakan bahwa sholat Subuh yang dikerjakan secara berjamaah di masjid jauh lebih utama daripada dikerjakan sendirian di rumah. Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya sholat yang paling berat bagi orang munafik adalah sholat Isya dan sholat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya (berjamaah di masjid) sekalipun dengan merangkak.” (HR. Bukhari dan Muslim)
7. Keutamaan sholat subuh berjamaah diantaranya adalah mendapatkan pahala yang besar, sebanyak pahala mengerjakan sholat malam dalam satu malam penuh. Diriwayatkan Muslim dari Utsman bin Affan ra berkata: Rasulullah saw bersabda, ''Barangsiapa yang sholat Isya berjamaah maka seakan-akan dia telah shalat setengah malam. Dan barangsiapa shalat Subuh berjamaah, maka seakan-akan dia telah melaksanakan shalat malam satu malam penuh.''
8. Dalam hadits lain, dikatakan bahwa keutamaan mengerjakan sholat Subuh berjamaah yaitu akan mendapatkan sumber cahaya di hari kiamat yang akan meneranginya hingga mereka masuk surga. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah saw, “Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan (waktu Isya dan Subuh) menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat.” (HR. Abu Dawud, At-Tarmidzi dan Ibnu Majah)
Nah, saya akan sedikit berbagi pengalaman dengan sahabat, dan mungkin sudah banyak sekali sahabat yang merasakannya. Bila saya mengerjakan salat subuh tepat waktu, berjamaah di masjid, kemudian pulang langsung membaca Al-Quran meskipun hanya beberapa ayat saja,, Subhanallah.. nikmatnya sulit sekali digambarkan dengan kata-kata..
Hati tenang, jiwa lapang. Dan hari-hari saya pun bahagia karena saya aali dengan senyum kemenangan dan kebahagiaan. Namun pernah saya bangun kesiangan dan telat salat subuh. Ya Allah, batin rasanya tersiksa, seharian saya uring-uringan, dan ada saja masalah yang mendera.
Bila kita dapat memahami keutaamaan dan keistimewaan yang terkandung dalam sholat Subuh, Insya Allah kita akan terhindar dari beratnya ujian dalam mengerjakan sholat Subuh. Semoga Allah senantiasa memberikan rahmat-Nya untuk kita semua yang insya Allah istiqamah dalam menunaikan syari’at dan kewajiban kita sebagai umat. Amin.
Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh.
Dikutip dari : syahadat.com

Shalat Tahajud Bercinta dengan Allah di Keheningan Malam

Assalamualaikum sahabat muslim dan muslimah, kali ini saya kan mengupas sedikit tentang salat tahajud atau yang biasa kita sebut dengan salat malam, karena memang dilakukan pada malam hari.

Banyak di antara kita yang lebih memilih untuk menarik selimut dan membenamkan diri dalam hangat dan empuknya kasur. Tapi apakah sahabat tahu, bahwa setiap malam Allah dating, turun dari langit untuk bercinta dengan hamba-Nya yang rindu akan cinta dan kasih saying-Nya. Dia dekat, mendengarkan langsung doa dan permohonan hamba-Nya. Maka setiap kita berdiori, mengangkat tangan dan mengucapkan takbir, seketika itu pulalah, Ia hadir dan merangkai setiap cinta-Nya untuk kita.
Kita bahas yuk sobat islam,

Salat Tahajud itu apa sih ??

Shalat malam, bila shalat tersebut dikerjakan sesudah tidur, dinamakan shalat Tahajud, artinya terbangun malam. Jadi, kalau mau mengerjakan sholat Tahajud, harus tidur dulu. Shalat malam ( Tahajud ) adalah kebiasaan orang-orang shaleh yang hatinya selalu berdampingan denganAllah SWT.

Berfirman Allah SWT di dalam Al-Qur’an :
“ Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji.”
(QS : Al-Isro’ : 79)

Shalat Tahajud adalah shalat yang diwajibkan kepada Nabi SAW sebelum turun perintah shalat wajib lima waktu. Sekarang shalat Tahajud merupakan shalat yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan .
Sahabat Abdullah bin Salam mengatakan, bahwa Nabi SAW telah bersabda :
“ Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Sorga dengan selamat.”(HR Tirmidzi)
Bersabda Nabi Muhammad SAW :
“Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam” ( HR. Muslim )

Kapan kita bisa bercinta dengan-Nya ??

Kapan afdhalnya shalat Tahajud dilaksanakan ? Sebetulnya waktu untuk melaksanakan shalat Tahajud ( Shalatul Lail ) ditetapkan sejak waktu Isya’ hingga waktu subuh ( sepanjang malam ). Meskipun demikian, ada waktu-waktu yang utama, yaitu :
1. Sangat utama : 1/3 malam pertama ( Ba’da Isya – 22.00 )
2. Lebih utama : 1/3 malam kedua ( pukul 22.00 – 01.00 )
3. Paling utama : 1/3 malam terakhir ( pukul 01.00 – Subuh )

Menurut keterangan yang sahih, saat ijabah (dikabulkannya do’a) itu adalah 1/3 malam yang terakhir. Abu Muslim bertanya kepada sahabat Abu Dzar : “ Diwaktu manakah yang lebih utama kita mengerjakan sholat malam?”
Sahabat Abu Dzar menjawab : “Aku telah bertanya kepada Rosulullah SAW sebagaimana engkau tanyakan kepadaku ini.” Rosulullah SAW bersabda :
“Perut malam yang masih tinggal adalah 1/3 yang akhir. Sayangnya sedikit sekali orang yang melaksanakannya.” (HR Ahmad)
Bersabda Rosulullah SAW :
“ Sesungguhnya pada waktu malam ada satu saat ( waktu. ). Seandainya seorang Muslim meminta suatu kebaikan didunia maupun diakhirat kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan memberinya. Dan itu berlaku setiap malam.” ( HR Muslim )

Nabi SAW bersabda lagi :
“Pada tiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta’ala turun ( ke langit dunia ) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman : “ Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.” ( HR Bukhari dan Muslim )
Jumlah Raka’at Shalat Tahajud Berapa yaaa ???

Shalat malam (Tahajud) tidak dibatasi jumlahnya, tetapi paling sedikit 2 ( dua ) raka’at. Yang paling utama kita kekalkan adalah 11 ( sebelas ) raka’at atau 13 ( tiga belas ) raka’at, dengan 2 ( dua ) raka’at shalat Iftitah. Cara (Kaifiat) mengerjakannya yang baik adalah setiap 2 ( dua ) rakaat diakhiri satu salam. Sebagaimana diterangkan oleh Rosulullah SAW :“ Shalat malam itu, dua-dua.” ( HR Ahmad, Bukhari dan Muslim )
Adapun Kaifiat yang diterangkan oleh Sahabat Said Ibnu Yazid, bahwasannya Nabi Muhammad SAW shalat malam 13 raka’at, sebagai berikut :
1) 2 raka’at shalat Iftitah.
2) 8 raka’at shalat Tahajud.
3) 3 raka’at shalat witir.

Adapun surat yang dibaca dalam shalat Tahajud pada raka’at pertama setelah surat Al-Fatihah ialah Surat Al-Baqarah ayat 284-286. Sedangkan pada raka’at kedua setelah membaca surat Al-Fatihah ialah surat Ali Imron 18-19 dan 26-27. Kalau surat-surat tersebut belum hafal, maka boleh membaca surat yang lain yang sudah dihafal.Rasulullah SAW bersabda :

“Allah menyayangi seorang laki-laki yang bangun untuk shalat malam, lalu membangunkan istrinya. Jika tidak mau bangun, maka percikkan kepada wajahnya dengan air. Demikian pula Allah menyayangi perempuan yang bangun untuk shalat malam, juga membangunkan suaminya. Jika menolak, mukanya disiram air.” (HR Abu Daud)
Bersabda Nabi SAW :
“Jika suami membangunkan istrinya untuk shalat malam hingga keduanya shalat dua raka’at, maka tercatat keduanya dalam golongan (perempuan/laki-laki) yang selalu berdzikir.”(HR Abu Daud)
Keutamaan Shalat Tahajud :
Tentang keutamaan shalat Tahajud tersebut, Rasulullah SAW suatu hari bersabda : “Barang siapa mengerjakan shalat Tahajud dengan
sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan : 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat.”
Adapun lima keutamaan didunia itu, ialah :
1. Akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala macam bencana.
2. Tanda ketaatannya akan tampak kelihatan dimukanya.
3. Akan dicintai para hamba Allah yang shaleh dan dicintai oleh
semua manusia.
4. Lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah.
5. Akan dijadikan orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama.
Sedangkan yang empat keutamaan diakhirat, yaitu :
1. Wajahnya berseri ketika bangkit dari kubur di Hari Pembalasan nanti.
2. Akan mendapat keringanan ketika di hisab.
3. Ketika menyebrangi jembatan Shirotol Mustaqim, bisa melakukannya dengan sangat cepat, seperti halilintar yang menyambar.
4. Catatan amalnya diberikan ditangan kanan.
(Bahan (materi) di ambil dari buku “RAHASIA SHALAT SUNNAT” (Bimbingan Lengkap dan Praktis) Oleh: Abdul Manan bin H. Muhammad S

Nah sahabat, begitu indah dan mulia kan salat tahajud itu ??
Ayo salat tahajud, dengan demikian semoga kita bisa meraih keutamaan-keutamaannya di dunia maupun di akhirat.
Amin…